Ads Top

Inilah Cara Menjodohkan Burung Lovebird dengan Mudah

Firgoos.com - Cara menjodohkan lovebird ini memang susah-susah gampang. kita harus cermat dalam melihat apakah burung lovebird ini benar-benar berjodoh, bukan sekadar berpasangan. Meskipun beberapa perilakunya terlihat sama, tetapi terkadang kedua ekor burung yang berpasangan ini berasal dari jenis kelamin yang sama.

Kasus seperti ini sering dialami penangkar lovebird pada umumnya, tetapi biasanya lebih banyak dialami oleh pemula. Sering kali penagkar telah sekian lama menunggu dua induk yang telah lama berpasangan, mereka sering bercumbu, tetapi tak kunjung bertelur. Setelah beberapa hari biasanya anda baru mengetahui bahwa keduanya memiliki kelamin sejenis.

Sekali lagi cara menjodohkan lovebird dewasa ini berbeda dengan menjodohkan waktu anakan. Hal ini memang wajar terjadi karena ketika kita menjodohkan saat dewasa, burung ini cenderung lebih galak dari waktu muda. untuk menjodohkan Lovebird beda usia dan warna bisa dibaca lebih lengkap disini

Memulai Perjodohan
Biasanya saat lovebird mencapai usia 9 bulan, mereka akan memperlihatkan beberapa gerak-geriknya. Gerakan itu biasanya memperlihatkan bahwa mereka mulai birahi dan mereka akan memberi kode gerakan saling bercumbu dan biasanya jantan mulai belajar kawin dengan menaiki punggung pasangannya seperti mau kawin.

Amatilah pasangan tersebut. Jika hal tersebut berlanjut beberapa hari maka segeralah pisahkan pasangan itu dari kelompoknya kemudian tempatkan dalam satu kandang.

Yang perlu anda ingat adalah Jangan masukkan kotak sarang terlalu dini. Karena Kotak sarang yang terlalu cepat dimasukkan dapat membuat pasangan itu sibuk dengan kotaknya. Kotak tersebut akan dianggap sebagai mainan atau sesuatu yang menarik. Hal itu akan menghilangkan birahi pasangan tersebut.

Proses Penjodohan
Beberapa penangkar biasanya lebih menyukai untuk menjodohkan beberapa ekor burung lovebird jantan dan betina di dalam satu kandang besar atau kandang koloni. Dengan begitu burung akan mencari jodoh masing-masing, dan sesuai dengan preferensi atau kesukaannya. Metode ini juga dapat dijadikan sebagai cara menjodohkan lovebird beda usia.

Metode ini memang praktis, karena didalamnya pasti akan ada burung yang berjodoh. Apalagi bagi pemula yang belum begitu mengerti tentang burung yang satu ini. Oleh Karena itu, para penangkar pemula biasanya menggunakan cara menjodohkan lovebird seperti ini.

Baca juga : Proses Penjodohan Burung Lovebird Beda Usia Dan Warna

Bagi anda yang sudah berpengalaman dalam penangkaran lovebird dan ingin mencari pengalaman baru, anda bisa mneyilangkan lovebird ini dengan burung parkit. Karena sudah ada tokoh yang meneliti persilangan ini. Jika anda melakukan penyilangan ini maka anakan yang dihasilkan akan memiliki suara yang merdu dengan warna bulu yang cantik.

Adapun cara yang banyak digunakan adalah dengan memelihara kedua burung yang berbeda ini didalam satu kandang sejak usianya masih kecil atau sekitar 1,5 bulan. Kemudian ketika sudah terdeteksi jenis kelaminya pakailah rasio lovebird jantan dan 4 ekor parkit. Ketika mereka sudah memasuki masa kawin mereka akan memilih calon pengganti kemudian si betina akan bertelur dan mengeraminya.

Kemudian hasil anakan ini akan memiliki tubuh yang besar dari parkit dan terdapat perbedaan pada bagian mata, paruh dan juga kepalanya. Penemuan ini akan menambah khasanah keilmuan dibidang penagkaran burung yang biasanya jarang untuk dikembangkan. Untuk lebih menambah pengalaman dan kepuasan anda, anda dapat mencoba cara menjodohkan lovebird dengan parkit ini.

Membudidayakan burung memang menjadi hoby bagi sebagian masyarakat. Mulai dari kalangan anak muda hingga tua. Apalagi jika anda mampu menjadikan hobi tersebut sebagai jalan usaha anda, tentunya akan banyak memberikan keuntungan bagi anda.

Beberapa informasi diatas adalah informasi cara menjodohkan lovebird yang dapat kami sajikan, ada artikel menarik juga apabila Lovebird anda tidak mau kawin. Semoga sedikit ulasan tadi menambah pengetahuan anda dan dapat berguna bagi kemajuan penangkaran anda. selamat mencoba.

1 comment:

Powered by Blogger.