Home / Tips Kesehatan / Sudahkah Tes Pendengaran Bayi Anda? Yuk Lakukan Jangan Sampai Terlambat
Tes Pendengaran Bayi

Sudahkah Tes Pendengaran Bayi Anda? Yuk Lakukan Jangan Sampai Terlambat

Tes Pendengaran Bayi

Firgoos.com -Memiliki pendengaran yang normal merupakan modal dasar dan sangat penting bagi setiap manusia. Khususnya untuk bayi yang baru dilahirkan, pendengaran yang normal sangat dibutuhkan untuk melakukan komunikasi, interaksi dan belajar mengenal dunia di awal kelahirannya.

Sebenarnya, proses mendengar yang dialami oleh bayi sudah dimulai sejak bayi masih dalam kandungan sang ibu. Saat mendengar suara-suara dari luar, sebenarnya bayi sudah dapat memberikan reaksi terhadap bunyi yang didengarnya saat masih berada di dalam kandungan. Saat baru saja dilahirkan, sebenarnya bayi sudah dapat merespon suara yang didengarnya dengan terkejut, kedipan mata, berhenti menyusui, terbangun dari tidur ataupun menangis, tetapi saat itu bayi belum dapat menentukan dari mana asal bunyi tersebut.

Dalam perjalanan hidupnya bayi akan mendapat input suara yang berada dilingkungan sekitarnya sehari-hari terus menerus seperti :

Teriakan, Tepukan tangan, gelas pecah, suara tv, suara radio, suara hewan malam, Suara percakapan anggota keluarga dan masih banyak lagi suara-suara yang akan didengar oleh bayi selama masa perkembangannya.

Seiring berjalannya waktu, perlahan bayi mulai mengenai suara-suara yang datang dalam pendengarannya.

Bagaimana Cara mengetahui atau melakukan tes gangguan pendengaran bayi?

Gejala gangguan pendengaran pada bayi

  1. Bayi tidak terkejut ketika ada suara keras
  2. Saat tidur bayi tidak terganggu oleh suara keras/ribut
  3. Usia 6 bulan belum mengoceh
  4. Anak dipanggil belum menoleh
  5. Belum dapat berbicara pada usia yang pada umumnya anak seharusnya sudah dapat bicara
  6. Anak hanya menggunakan satu telingannya untuk mendengar
  7. Jika berbicara dengan anak tersebut harus menggunakan suara agak keras / keras
  8. Adanya perbedaan perkembangan komunikasi bila dibanding teman sebayanya

Bila mendapati gejala seperti di atas, Apa yang harus dilakukan ?

Bila mendapai anak Anda menunjukkan gejala yang demikian, maka langkah yang harus Anda lakukan adalah kosultasi dengan dokter THT, dokter anak, dan beberapa tim medis yang pernah menangani anak Anda. Tanyakan dan ungkapan apa saja yang Anda lihat.

Untuk mengetahui gangguan pendengaran secara dini pada bayi dan anak-anak maka dilakukan skrining pendengaran, yang diprioritaskan untuk bayi dan anak yang berisiko mengalami gangguan pendengaran. Untuk itu Joint Committee on Infant Hearing (2000) kemudian membuat program Universal Newborn Hearing Screening yang bertujuan mendeteksi dini gangguan pendengaran pada semua bayi baru lahir.

Terdapat berbagai faktor risiko terjadinya ketulian, diantaranya adalah:

  1. kondisi atau penyakit yang memerlukan perawatan di Neonatus Intensive Care Unit (NICU) selama 48 jam atau lebih setelah kelahiran
  2. keadaan yang berhubungan dengan sindroma tertentu yang menyebabkan tuli sensorineural atau konduktif
  3. riwayat keluarga dengan gangguan pendengaran sensorineural yang menetap sejak lahir
  4. lahir belum cukup bulan (prematur)
  5. berat badan lahir rendah (<1500 gram)
  6. APGAR skor 0-3 dan 4-10
  7. hiperbilirubin
  8. riwayat infeksi TORCH saat masa kehamilan
  9. kelainan tulang wajah/ tengkorak.

 

Bila bayi mengalami satu dari faktor resiko yang disebutkan tersebut, kemungkinan mengalami ketulian akan lebih besar ketimbang bayi yang dilahirkan secara normal atau tidak mengalami gejala yang disebutkan di atas.

Bila terdapat 3 buah faktor risiko, kecenderungan menderita ketulian diperkirakan sampai 63 kali. Sedangkan bayi baru lahir yang dirawat di ruang intensif (NICU) berisiko mengalami ketulian 10 kali lipat bayi normal.

Salah satu metode tes pendengaran bayi untuk mendeteksi dini gangguan pendengaran adalah dengan emisi otoakustik (OAE= Otoacoustic Emission). OAE merupakan respons rumah siput (koklea) di telinga yang dihasilkan oleh sel-sel rambut luar dan dipancarkan dalam bentuk energi akustik. Teknologi ini memungkinkan deteksi dini ketulian sejak bayi usia minimal 2 hari.

Selain itu, tes pendengaran bayi untuk mendeteksi dini gangguan pendengaran dapat menggunakan Brain Evoked Response Auditory (BERA) atau dikenal sebagai Auditory Brainstem Response (ABR), yang merupakan pemeriksaan untuk menilai fungsi pendengaran dan fungsi saraf VIII (N. auditorius). Pemeriksaan ini merekam potensial listrik yang dikeluarkan sel koklea selama menempuh perjalanan mulai dari telinga dalam hingga ke inti-inti tertentu di bidang otak.

Tes pendengaran bayi menggunakan metode BERA pada umumnya digunakan apabila bayi lahir dengan faktor resiko yang telah disebutkan di atas. Tidak hanya itu saja, tes pendengaran bayi menggunakan BERA juga dilakukan pada anak yang mengalami keterlambatan bicara, gangguan sifat dan tingkah laku (autisme), dan bayi yang mengalami cacat ganda. Tes pendengan bayi menggunakan BERA dapat membantu memperkirakan jenis ketulian yang dialami oleh bayi. Ambang batas dengar dan letak lesi pada sepanjang serabut pendengaran juga dapat di deteksi menggunakan BERA.

Apabila dari hasil tes pendengaran bayi menunjukkan bahwa terdapat ketulian, maka bayi akan disarankan untuk menjalani habilitasi. Tujuannya adalah untuk memberikan fungsi pendengan yang dapat kembali normal seperti bayi normal pada umumnya. Program habilitasi terdiri dari amplifikasi (memperkeras input suara), latihan mendengar dan latihan wicara.

Tes pendengaran bayi menggunakan OAE dan BERA merupakan kegiatan wajib yang digagas oleh Joint Committee on Infant Hearing (tahun 2000) sebagai skrining pendengaran pada bayi.

Sumber:

  1. http://www.ekahospital.com/indonesia-deteksi-dini-pendengaran-buah-hati-jangan-terlambat/
  2. http://mitrakeluarga.com/surabaya/deteksi-dini-gangguan-pendengaran-pada-bayi-anak/
Loading...

About Firgoos

Check Also

7 Cara Mudah Atasi Perut Buncit

Cara Mudah Atasi Perut Buncit – polahidupsehat.web.id Firgoos – Diet.  Perut merupakan bagian tubuh yang kondisinya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *