Home / Jantung / Serangan Jantung

Serangan Jantung

Serangan Jantung

Gaya Hidup SehatSerangan Jantung secara medis disebut infark miokard adalah salah satu penyakit jantung yang pada suatu kondisi dimana pasokan darah yang menuju ke jantung akan terhambat. Hal ini merupakan kondisi medis darurat yang biasanya disebabkan oleh penggumpalan darah atau penumpukan lemak, kolestrol, dan unsur lainnya. gangguan aliran darah ke jantung ini bisa merusak atau menghancurkan otot jantung dan dapat berakibat fatal.

Sedangkan Penyakit Serangan Jantung sendiri adalah terhentinya aliran darah yang menuju ke jantung dan mengakibatkan sebagian sel jantung menjadi mati. Kardiovaskuler berasal dari kata cardio dan vascular. Cardio berarti jantung, vascular berarti pembuluh darah. Dengan demikian, kardiovaskuler artinya pembuluh darah yang berhubungan dengan jantung. Kardiovaskuler disini adalah penyakit-penyakit pembuluh darah yang mempunyai hubungan langsung dengan kerja jantung.

Penyebab Penyakit Serangan Jantung

Penyakit serangan jantung tidak serta merta datang begitu saja kepada seseorang, pasti selalu ada pemicu yang menyebabkan seseorang mendadak menerima serangan jantung. Bagi anda yang memiliki riwayat keturunan seragangan jantung, ada baiknya jika anda memahami secara betul bagaimana pertolongan pertama ketika serangan jantung mendadak kambuh. (Baca: Cara mengobati serangan jantung secara alami)

Penyakit kencing manis atau penyakit diabetes

Meskipun kelihatannya tidak terlalu ada kaitannya antara kencing manis dengan penyakit serangan jantung, akan tetapi bagi para penderita kencing manis patut mewaspadai hal semacam ini. Penderita kencing manis dapat mengalami penyakit jantung akibat dari adanya komplikasi. Para penderita kencing manis sebaiknya harus memperhatikan kesehatannya karena dapat berdampak sebagai penyebab terjadinya Penyakit Serangan Jantung.

Perokok pasif atau perokok aktif

Sudah banyak orang yang menyalahkan rokok sebagai kambing hitam dari serangan jantung yang datang secara tiba-tiba. Sebatang rokok yang dihisap, bisa menjadi salah satu penyebab serangan jantung yang menyerang seseorang tanpa disadarinya. Para perokok juga dapat membuat mereka yang ikut menghirup asapnya dapat beresiko mengalami masalah pada jantungnya. Banyak penelitian menyebutkan bahwa orang-orang yang tidak merokok dan mereka tinggal dengan perokok, mereka akan memiliki tambahan resiko terjadinya penyakit jantung.

Faktor keturunan

Jika memiliki keluarga inti seperti ayah, ibu, adik, atau kakak yang menghidap sakit jantung maka resiko anda untuk terkena penyakit jantung akan lebih tinggi dibandingkan dengan seseorang yang tidak memilki riwayat penyakit jantung dalam keluarga nya.

Faktor usia dan jenis kelamin

Seorang wanita yang usianya dibawah 50 tahun memiliki tingkat resiko lebih rendah dibandingkan dengan seorang pria pada kelompok usia yang sama. Tetapi setelah mengalami menopause, tingkat resiko pada seorang wanita akan bertambbah karena adanya penurunan hormon estrogen yang sifatnya melindungi. Jadi slah satu penyebab Penyakit Serangan Jantung ini yaitu dari faktor usia dan jenis kelamin.

Faktor kadar kolestrol yang tinggi

Kolestrol terbagi menjadi dua jenis yaitu kolestrol baik (HDL) dan kolestrol jahat (LDL). Sedangkan kolestrol jahat mudah menggumpal dan menempel pada dinding pembuluh darah. Karena itu, kadar LDL yang tinggi dapat membentuk plak yang menyebabkan aterosklerosis. Kadar LDL yang normal dalam darah adalah dibawah 100 mg/dL.

Penyalahgunaan obat-obatan. 

Obat-obatan stimulan saraf seperti kokain, amphetamine (shabu), dan methamphetamine (ekstasi) bisa menyebabkan penyempitan pembuluh koroner, menghambat pasokan darah, serta memicu terjadinya serangan jantung. Serangan jantung yang terjadi pada pemakai kokain menjadi penyebab utama kematian pada usia muda.

Aneurisma. 

Aneurisma adalah kondisi ketika terdapat kelemahan pada dinding pembuluh darah (Lemah Jantung). Dinding pembuluh darah yang melemah akhirnya tidak akan bisa menahan tekanan dari darah yang mengalir melewatinya. Akibatnya pembuluh darah akan mengalami keretakan. Jika aneurisma terjadi di pembuluh koroner, maka aliran darah berhenti dan serangan jantung terjadi.

Hipoksia atau kekurangan oksigen di dalam darah. 

Kadar oksigen dalam darah bisa menurun karena keracunan karbonmonoksida atau fungsi paru yang rusak. Sebagai akibatnya, tubuh dialiri darah yang tidak mengandung oksigen dan akhirnya memicu terjadinya serangan jantung.

Gejala Penyakit Serangan Jantung

Denyut jantung yang tidak teratur

Dokter mengatakan bahwa terjadi suatu masalah yang sangat cukup mengkhawatirkan apabila terjadinya ketidakteraturan denyut atau detak jantung. terlebih apabila disertai dengan sesak napas, kelelahan, pusing, ataupun lemah. Hal itu merupakan bukti kuat dari serangan jantung, gagal jantung atau aritmia. Jika tidak diobati dengan segera dapat membuat penderita mengidap penyakit stroke dan bahkan mengalami kematian secara mendadak.

Adanya pembengkakan di beberapa bagian tubuh

Pembengkakan dapat terjadi dan berlangsung pada cairan menumpuk di dalam tubuh. Biasanya pembengkakan ini terjadi hanya pada bagian bagian tertentu seperti pada pergelangan kaki dan perut anda. Tanda tanda ini merupakan pemberitahuan bahwa jantung anda mengalami kecacatan dan jantung anda sedang mengalami kelainan pada katup jantungnya.

Akan merasa nyeri pada bagian dada

Anda mungkin merasa tekanan atau sesak di dada yang merupakan Gejala Penyakit Serangan Jantung, yang anda rasakan seolah-olah anda sedang menahan sesseorang yang sedang berdiri di dada Anda. Rasa sakit yang disebuat sebagai angina, biasanya dipicu oleh tekanan fisik atau emosional. Hal itu biasanya hilang dalam beberapa menit setelah menghentikan aktivitas yang menyebabkan tekanan. Pada beberapa orang, terutama perempuan, nyeri ini mungkin sekilas atau tajam dan terasa di perut, punggung atau lengan di karenakan penyumbatan arteri yang disebabkan aliran darah keseluruh tubuh tidak lancar. Situasi seperti ini mengakibatkan munculnya mati rasa dan kelemahan tubuh.

Adanya timbul nya rasa mual

Rasa mual, dimana dapat terjadi karena adanya komplikasi dari pembengkakan yang terjadi pada perut sehingga akan mengurangi nafsu makan kita dan merasakan mual-mual disaat makan. Oleh karena nya terjadi pembengkakan pada perut. Dan hal ini merupakan Gejala Penyakit Serangan yang dapat terlihat secara fisik.

Pertolongan Pertama pada Serangan Jantung

Kurang olahraga, mengonsumsi makanan instan, kurang istirahat dan tekanan stres, adalah hal-hal yang kerap dialami warga kota besar. Menjalani pola hidup yang tidak sehat akan berdampak buruk pada kesehatan, salah satunya dapat mengakibatkan penyakit jantung. Serangan jantung pun menempati peringkat pertama penyebab kematian di Indonesia.

Penyebab

Penyakit serangan jantung disebabkan karena penyempitan pembuluh darah akibat tumpukan kolesterol atau protein lain yang berasal dari makanan yang masuk dalam tubuh. Penumpukan ini juga menyebabkan pembuluh darah koroner menjadi kaku. Kekakuan ini disebut sebagai aterosklerosis, yang terjadi jika terdapat penumpukan plak atau timbunan lemak pada dinding-dinding arteri. Selang beberapa waktu, plak dapat menumpuk, mengeras dan mempersempit arteri serta menghambat aliran darah ke jantung. Penyakit arteria koroner atau coronary heart disease (CAD) inilah yang pada dasarnya menuntun kepada sebagian besar serangan jantung.

Penyumbatan dalam satu arteri koroner atau lebih dapat menimbulkan serangan jantung secara tiba-tiba. Penyebabnya karena jantung meminta oksigen melebihi yang tersedia sehingga memicu serangan jantung. Mengapa? Apabila otot jantung tidak menerima oksigen untuk waktu yang cukup lama, jaringan di sekitarnya dapat rusak. Tidak seperti jaringan yang lain, otot jantung tidak mengalami regenerasi. Semakin lama serangannya, semakin banyak kerusakan pada jantung, dan semakin besar kemungkinan besar meninggal.

Gejala

Sayangnya, banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya bisa mendapat serangan jantung, karena kejadiannya memang begitu mendadak, dengan gejala timbulnya rasa nyeri di dada. Nyeri  dada sering kali dianggap remeh oleh sebagian orang. Padahal, rasa nyeri pada bagian dada tersebut merupakan salah satu gejala penyakit jantung. Sejumlah keluhan fisik yang patut diwaspadai sebagai gejala penyakit jantung adalah nyeri dada, jantung berdebar-debar, cepat letih, sesak napas, ada riwayat sering pingsan, sesak bila tidur terlentang, beberapa organ tubuh membiru, serta perut dan bagian kaki membengkak. Gejala lain yang dialami ketika seseorang terserang penyakit jantung adalah rasa nyeri yang hebat pada bagian dada disertai mual dan muntah. Rasa tertekan atau seperti ditimpa beban, sakit, terjepit, diperas dan terbakar di bagian dada, yang dapat menjalar ke lengan kiri, leher dan punggung bila sudah parah.

Tindakan

Jangan panik! Itu hal utama yang harus diingat seseorang bila menghadapi serangan jantung. Usahakan batuk terus dengan sekuat tenaga! Setiap kali sebelum batuk, tariklah napas dalam-dalam, kemudian batuklah dengan kuat, dalam dan panjang, seperti hendak mengeluarkan dahak yang berada dalam dada. Setiap selang dua detik, tarik napas sekali dan batuk kembali hingga pertolongan tiba atau hingga merasa denyut jantung sudah normal.

Tujuan kita menarik napas adalah untuk memasukkan oksigen ke dalam paru-paru. Sedangkan tujuan batuk adalah untuk menekan jantung agar sirkulasi aliran darah kembali normal. Menekan jantung dengan cara batuk juga dapat membantu mengembalikan denyut jantung menjadi normal. Dengan pertolongan pertama ini diharpkan dapat memberikan kesempatan kepada penderita untuk pergi ke rumah sakit.

Loading...

About Firgoos

Check Also

7 Cara Mudah Atasi Perut Buncit

Cara Mudah Atasi Perut Buncit – polahidupsehat.web.id Firgoos – Diet.  Perut merupakan bagian tubuh yang kondisinya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *