Home / Tips Kesehatan / Waspada!! Inilah Penyebab Dan Gejala Penyakit Hepatitis Yang Harus Anda Diketahui

Waspada!! Inilah Penyebab Dan Gejala Penyakit Hepatitis Yang Harus Anda Diketahui

Firgoos – Tahukah Apa Itu Hepatitis ? Inilah Pengertian penyakit hepatitis. Penyebab hepatitis, Gejala hepatitis, Pencegahan hepatitis dan Cara Mengobati Penyakit Hepatitis Yang Harus Anda Diketahui. Setiap orang yang yang belum mengenal penyakit hepatitis tentunya merasa penasaran akan arti penyakit hepatiitis. Namun tidak perlu  merasa khawatir, karena dalam laman firgoos.com akan mengulas tentang penyakit hepatitis. Mengenali pengertian penyakit hepatitis adalah hal yang sangat penting dan wajib diketauhi oleh setiap orang.

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan penyakit hepatitis dan mengetahui gejala terserang hepatitis. Karena jenis penyakit hepatitis yang sudah akut sangat membahayakan penderita dan dapat menular. Untuk itu setiap orang yang belum mengetahui tentang hepatitis sebaiknya mengenal sejak dini.

Karena gejala yang diimbulkan oleh penyakit hepatitis sulit untuk dibedakan dengan penyakit lain seperti gejala kolesterol tinggi, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, radang sendi, kanker, asam urat dan lain sebagainya.

Apa Itu Hepatitis ?

Hepatitis atau dengan sebutan  istilah lain plural: hepatitides adalah jenis penyakit yang menyerang pada hati, dimana organ hati mengalami peradangan karena infeksi toxin dari bahan-bahan kimiawi seperti obat-obatan ataupun disebabkan oleh jenis-jenis virus.

Penyakit hepatitis yang tidak segera ditangani dapat menjadi penyakit hepatitis akut dan kronis. Yang dimaksud jenis penyakit hepatitis akut adalah terjadinya serangan penyakit hepatitis yang akan berlangsung selama tidak lebih dari 6 bulan. Sedangkan hepatitis kronis adalah terjadinya serangan penyakit hepatitis yang berlangsung selama lebih dari 6 bulan.

Penyebab Penyakit Hepatitis

Penyakit hepatitis secara umum yang sering terjadi karena diakibatkan oleh serangan jenis virus hepatitis type  A, B, C, D, E atau G. Penyebab penyakit hepatitis selain dari virus hepatitis type  A, B, C, D, E atau G,  juga masih ada jenis virus lainnya yang dapat meyebabkan infeksi hati, seperti virus Mumps, virus Rubella, virus Cytomegalovirus, virus Epstein-Barr, mononukleosis infeksiosa, virus Herpes dan demam kuning.

Selain itu, mengkonsumsi jenis obata-obatan terlarang atau minuman yang mengandung tinggi alkohol juga menjadi pemicu penyebab penyakit hepatitis.

Dilhat dari jenis virus hepatitis yang meyerang hati, penyakit hepatitis dibedakan menjadi enam jenis golongan, yakni:

  1. Penyakit Hepatitis A
  2. Penyakit Hepatitis B
  3. Penyakit Hepatitis C
  4. Penyakit Hepatitis D
  5. Penyakit Hepatitis E
  6. Penyakit Hepatitis G

Dari setiap jenis penyakit hepatitis tentunya memiliki gejala / tanda-tanda dan cara penularan tersendiri. Berikut ini beberapa penjelasan  mengenai macam-macam penyakit hepatitis.

Penyakit Hepatitis A

Penyakit Hepatitis A adalah jenis penyakit akibat serangan virus hepatitis A yang dapat menyebabkan kerusakan / peradangan pada organ hati. Jenis penyakit hepatitis A ini dipengaruhi oleh faktor kebersihan yang tidak terjaga. Selain itu, mengkonsumsi kerang (Shellfish) yang cara memasaknya kurang  matang, juga dapat menjadi sumber infeksi penyakit Hepatitis A.

Penyakit hepatitis A dapat menyebar / menular melalui makanan atau minuman (vecal oral), serta bersentuhan melaui kontak langsung dengan kotoran penderita yang terkontaminasi oleh virus hepatitis A. Penderita yang terserang penyakit hepatitis A secara umum dapat sembuh dengan sendirinya.

Karena jenis penyakit hepatitis A tidak dapat berkembang menjadi hepatitis akut maupun kronis. Setelah sembuh dari serangan hepatitis A, penderita biasanya akan kebal terhadap jenis Hepatitis A kecuali pada usia lanjut. Sebagian kecil sekitar 10–15% penderita usia lanjut yang mengalami serangan penyakit hepatitis A setelah sembuh biasanya akan kambuh lagi setelah 6 bulan.

Sebagian  besar penderita yang kebal setelah terserang hepatitis A adalah hanya kalangan orang yang masih muda selain lanjut usia. Namun bukan berarti kebal terhadap serangan jenis penyakit hepatitis lainnya seperti hepatitis B, C, D, E dan G.

Gejala Penyakit Hepatitis A

Beberapa gejala yang ditimbulkan akibat terserang hepatitis A biasa terjadi selama sekitar 2-6 minggu dan berakhir paling lama sekitar 8 minggu. Beberapa gejala akibat terserang virus hepatitis A tersebut yang dapat diketahui adalah adanya tanda-tanda sebagai berikut.

  • Sering mengalami demam
  • Perut terasa mual (nausea)
  • Mengalami muntah-muntah
  • Mencret saat buang air besar
  • Kelopak mata berwarna kuning (terutama pada bagian mata yang berwarna putih)
  • Timbul rasa nyeri abdomen.

Untuk mendiagnosa penyakit hepatitis A membutuhkan bantuan ahli medis yakni dengan tes darah, karena gejala yang ditimbulkan penyakit hepatitis A seringkali memiliki kesamaaan dengan jenis penyakit lainnya seperti kolesterol tinggi, penyakit jantung dan lain sebagainya. Jika penderita telah positif terkena penyakit hepatitis A, harus segera mengkonsumsi obat yang telah direkomendasikan oleh dokter. Selain itu, juga dapat melakukan pengobatan alternatif penyakit hepatitis A dengan menggunakan ramuan herbal.

Penderita yang terinfeksi oleh virus hepatitis A biasanya setelah melakukan pengobatan dapat sembuh dengan sempurna, tanpa mengalami komplikasi penyakit pada hati yang berkelanjutan.

Cara Pencegahan Penyakit Hepatitis A

  1. Melakukan Vaksinasi
    Untuk mencegah terjadinya serangan penyakit hepatitis A lebih efektif diperlukan dengan penggunaan vaksin hepatitis A. Seperti dalam hasil sebuah study penelitian oleh para ahli, menyatakan bahwa beberapa negara yang telah melakukan kebijkan dengan merekomendasikan vaksinasi untuk anak-anak memiliki hasil yang optimal. Dimana anak-anak yang pernah melakukan vaksinasi cenderung lebih sedikit terkena gangguan hepatitis A. Sedangkan anak-anak yangg vbelum pernah melakukan vaksinasi hepatitis akan renan terkena penyakit hepatitis A.
  2. Menjaga Kebersihan
    Menjaga kebersihan adalah peran utama untuk mencegah penyakit hepatitis A. Melakukan pencegahan penyakit hepatitis A yang paling mudah dilakukan adalah dengan rajin mencuci tangan. Selain itu memasak jenis makanan dengan matang seperti dalam memasak kerang.

Penyakit Hepatitis B

Penyakit Hepatitis B adalah suatu jenis penyakit akibat serangan virus hepatitis B (VHB) yang dapat menyebabkan kerusakan / peradangan pada organ hati. Virus hepatitis B termasuk dalam golongan anggota famili Hepadnavirus. Jenis virus yang berasal dari golongan famili Hepadnavirus dapat meyebabkan kerusakan hati yang akut atau menahun.

Perbandingan dengan jenis hepatitis lainnya, penyakit Hepatitis B merupakan bentuk penyakit hepatitis yang lebih serius. Penderita Hepatitis B bisa menyerang pada setiap orang dan tidak akan memandang umur. Antara tua, muda pria dan wanita dapat terserang kapan saja.

Jika terkena serangan jenis virus hepatitis B yang dibiarkan terlalu lama dan tidak segera dilakukan pengobatan dapat menjadi kronis dan penyebab penyakit sirosis hati atau kanker hati. Namun kemungkinan yang terkena komplikasi penyakit sirosis hati atau kanker hati hanya sebagian kecil saja.

Walaupun hanya sebagian kecil tetapi penderita penyakit hepatitis B harus lebih waspada agar tidak terjadi seperti hal-hal yang tidak diinginkan serta tidak menular pada orang lain.

Penularan Penyakit Hepatitis B

Cara penularan jenis virus hepatitis B jauh berbeda dengan cara penularannya virus hepatitis A. Virus hepatitis B cara penyebarannya tidak melalui makanan ataupun  kontak biasa, tetapi dapat menular melalui darah atau cairan tubuh dari penderita yang terinfeksi hepatitis B, melalui penggunaan jarum suntik bekas penderita hepatitis B,  melalui aktifitas hubungan suami istri dengan pengidap penyakit hepatitis B,

Selain itu, ibu hamil yang mengalami penyakit hepatitis B selama proses kelahiran bayi. Maka bayi yang dilahirkan tersebut kemungkinan besar dapat tertular penyakit Hepatitis B. Untuk itu, bayi yang terlahir dari ibu terinfeksi virus hepatitis B sangat disarankan melakukan vaksinasi dengan kombinasi hepatitis B immune globulin

Pencegahan Penyakit Hepatitis B

Cara pencegahan serangan infeksi hepatitis B, sama halnya dengan pencegahan hepatitis A yaitu dicegah melalui proses vaksinasi. Proses vaksinasi ini merupakan memberikan injeksi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh terhadap serangan virus hepatitis B.

Untuk mencegah serangan hepatitis, hal yang sangat direkomendasikan pada saat bayi adalah mendapatkan 3 dosis vaksinasi (0, 1 bulan, dan 6 bulan). Karena pemeberian vaksinasi pada bayi adalah memiliki peran yang sangat efektif. Vaksinasi tersebut bertujuan untuk memberikan proteksi yang baik pada bayi terhadap serangan virus hepatitis B (VHB).

Namun pemberian vaksinasi tersebut tidak mampu menyingkirkan secara total  100% terhadap resiko infeksi. Ia hanya dapat berproteksi maksimal sekitar 95 persen terutama pemberian vaksinasi pada saat masih bayi dengan 3 dosis.

Vaksin yang berkonsetrasi sebagai antibodi anti-HBs untuk serum tubuh sekurang-kurangnya 10 mIU/ml. Proteksi dari antibodi tersebut setelah mencapai usia 40 tahun akan turun menjadi 90%. Sedangkan ketika telah mencapai usia 60 tahun sistem kekebalan tubuh tersebut akan turun lagi menjadi sekitar 75 persen.

Pasca periode akut, sistem kekebalan tubuh memiliki 3 kemungkinan dalam menanggapi serangan virus hepaitis B.

Kemungkinan pertama, jika sistem kekebalan tubuh kuat dalam menanggapi serangan terhadap  virus hepatitis B,  maka virus tersebut akan dibersihkan /  diusir dari seluruh tubuh, sehingga pasien akan cepat sembuh.

Kedua, jika sistem kekebalan tubuh dalam menanggapi serangan terhadap virus hepatitis B lemah, maka pasien tersebut akan menjadi carrier inaktif.

Ketiga, jika sistem kekebalan tubuh dalam menanggapi virus hepatitis B bersifat intermediate (antara dua hal di atas) maka penyakit akan terus berkembang menjadi hepatitis B kronis. Untuk mengantisipasi terjadinya hal tersebut, biasanya saat membutuhkan darah dari pendonor, darah yang akan diterima di tes terlebih dahulu untuk memastikan status darah, apakah darah yang diterima tersebut reaktif terhadap Hepatitis, Sipilis dan HIV.

Setelah melakukan proses pencegahan hepatitis B, namun penderita yang tidak kebal terhadap serangan virus hepatitis. Maka akan timbul beberapa gejala akibat terkena serangan penyakit Hepatitis B.

Ciri-ciri dan Tanda Gejala Penyakit Hepatitis B

Penderita yang terserang jenis virus hepatitis B tentu saja memiliki beberapa gejala yang ditimbulkannya. Gejala penyakit Hepatitis B yang paling umum terjadi adalah sebagai berikut ini.

  1. Kehilangan nafsu makan hilang
  2. Perut terasa tidak enak  yakni mual dan ingin muntah muntah
  3. Tubuh mengalami demam
  4. Timbulnya rasa nyeri pada persendian
  5. Mengalami pembengkakan pada perut bagian kanan atas.
  6. Bola mata yang bagian warna putih akan mengalami perubahan warna menjadi kuning, terutama bagi penderita yang terinfeksi virus hepatitis B lebih dari satu minggu.
  7. Kulit seluruh tubuh akan mengalami perubahan warna menjadi kuning pucat
  8. Warna air kencing hampir sama seperti warna air teh
  9. Mengalami gagal hati, dimana organ hati tidak dapat bekerja secara maksimal dalam menyaring zat-zat berbahaya yang masuk pada tubuh.

Jika penderita megalami gejala hepatitis B sebaiknya segera melakukan pemeriksaan. Penanganan penyakit hepatitis B yang lambat dapat menyebabkan penyakit hepatitis kronis. Penyakit hepatitis B kronis adalah  penyakit nekroinflamasi kronis pada organ hati yang diakibatkan oleh serangan infeksi virus Hepatitis B persisten.

Tanda-anda hepatitis B kronis dapat diketahui  dengan adanya kadar HBsAg positif (> 6 bulan) di dalam serum, jumlah kadar HBV DNA yang terlalu tinggi dan organ hati mengalami proses nekroinflamasi kronis. Penyakit hepatitis B yang dibiarkan terlalu lama dapat menjadi pemicu utama timbulnya penyakit kanker hati.

Diagnosis Penyakit Hepatitis B

Untuk memastikan dari gejala yang ditimbulkan oleh infeksi virus hepatitis B. Penderita diharuskan melakukan tes darah. Dengan melakukan tes darah maka akan mempermudah untuk menemukan adanya tingkat kerusakan pada hati.

Yang menjadi dasar untuk mendiagnosis infeksi Hepatitis B kronis ini adalah hasil dari pemeriksaan serologi, petanda virologi, biokimiawi dan histologi.

Pemeriksaan hepatitis B kronis secara serologi yang sangat disarankan untuk mengevaluasi dan mendiagnosis  tingkat keparahan infeksi pada hati adalah : HBeAg, HBsAg, anti HBe dan HBV DNA (4,5).

Pemeriksaan virologi, diperlukan untuk mengetahui tingkat replikasi virus dengan ukuran jumlah HBV DNA serum.

Pemeriksaan biokimiawi,  diperlukan untuk mengetahui kadar ALT pada tubuh dan memberikan kepastian untuk melakukan terapi. Penderita yang memiliki kadar ALT normal tidak disarankan untuk melakukan terapi karena terapi antiviral memiliki respon serelogi yang kurang baik. Apabila mengalami proses nekroinflamasi aktif seperti yangg telah ditunjukkan dari hasil pemeriksaan histologi.

Maka penderita disarankan melakukan terapi hepatitis B. Pemeriksaan histologi, diperlukan untuk mengetahui tingkat kerusakan pada organ hati, mendeteksi timbulnya komplikasi penyakit hati lainnya, prognosis dan manajemen anti viral lebih mudah untuk ditentukan kepastiannya.

Pengobatan Penyakit Hepatitis  B

Penderita yang terinfeksi virus hepatitis B harus segera melakukan pengobatan agar tidak menjadi penyakit hepatitis B akut dan kronis. Secara  umum, penyembuhan sel-sel hati yang telah terinfeksi oleh virus hepatiis B memerlukan waktu berbulan-bulan diikuti dengan diet dan istirahat yang baik.

Penyakit Hepatitis B akut pada umumnya dapat disembuhkan kembali. Kemungkinan yang akan menjadi hepatitis B kronis (menahun) dan berlajut menjadi  penyakit sirosis hati atau kanker hati hanya sekitar 10%. Di era modern ini telah banyak ditemukan langkah pengobatan penyakit hepatitis B yang tepat dan akurat.

Perawatan penyakit hepatitis B saat ini telah tersedia dalam bentuk antiviral seperti lamivudine dan adefovir dan modulator sistem kebal seperti Interferon Alfa ( Uniferon).

Penyakit Hepatitis C

Penyakit Hepatitis C adalah suatu jenis penyakit akibat serangan virus hepatitis C (HCV) yang dapat menyebabkan kerusakan / peradangan pada organ hati.  Virus hepatitis C adalah jenis virus RNA yang memiliki ukuran sangat kecil, memiliki sampul, berantai tunggal, dan memiliki  sense positif. Virus hepatitis C (HCV)  termasuk dalam anggota genus hepacivirus dari famili Flaviviridae

Sebagian besar orang yang mengalami sakit akibat terkena serangan virus hepatitis C tidak memberikan gejala yang pasti. Namun infeksi hepaitis C kronis dapat mengakibatkan parut (eskar) pada hati, dan kemudian berubah menjadi penyakit sirosis.

Pada umumnya penderita hepatitis C yang telah terkena komplikasi sirosis juga mengalami kanker hati, gagal hati, atau pembuluh di esofagus dan lambung mengalami pembengkakan sehingga terjadi perdarahan hingga kematian. Namun yang sering mengalami sirosis ini adalah pada orang yang memiliki kebioasaan buruk seperti pecandu alkohol, dan perokok berat.

Untuk itu, penderita yang  terkena infeksi hepatitis C, sebaiknya segera dilakukan pemeriksaan dan pengobatan ke dokter ahli terdekat. Hal ini diperlukan untuk menghindari resiko komplikasi penyakit lainnya.

Beberapa penderita hepatitis C sering terjadi karena peralatan medis yang tidak steril, transfusi darah dari penderita yang terinfeksi hepatitis C, penggunaan obat-obatan terlarang seperti narkoba suntik dan lain sebagainya.

Penularan Hepatitis C

Penyakit hepatitis C sangat  mudah penularannya melalui kontak darah, cairan virulen, penggunaan jarum suntik bersama-sama, tindik bagian tubuh, dan bertato, namun penularan melalui hubungan suami istri sangat jarang terjadi. Penularan terbesar virus hepatitis C terbesar adalah melalui transfusi darah, yang kerap terjadi paling sedikit sekitar 80%. Untuk ibu yang masih masa menyusui bayi tetapi sedang terinfeksi oleh virus hepatitis C, sebaiknya dihindari pemberian ASI karena dikhawatirkan bayi tersebut akan tertular.

Gejala dan Tanda Penyakit Hepatitis C 

Gejala yang ditimbulkan dari infeksi virus Hepatitis C tidak begitu terlihat. Karena gejala yang muncul hampir mirip seperti gejala penyakit lainnya. Saat telah menjadi hepatitis C akut, penderita baru mulai merasakan gejalanya seperti

  • Nafsu makan mengalami penurunanan
  • Sering mengalami sakit kepala
  • Badan mudah letih
  • Badan terasa nyeri terutama pada otot atau nyeri sendi
  • Berat badan menurun secara drastis
  • Terjadi tekanan darah tinggi
  • Kulit mengalami perubahan warna menjadi kuning pucat
  • Diabetes melitus / kencing manis
  • Jumlah kadar trombosit darah rendah dan terjadi kerusakan otak.

Apabila mengalami gejala – gejala seperti yang telah tersebut diatas sebaiknya konsultasikan ke dokter ahli terdekat. Hal ini bertujuan guna memastikan apakah telah terinfeksi oleh jenis virus hepatitis C.

Diagnosis Hepatitis C

Untuk memastikan positif terinfeksi hepatitis C atau tidaknya diharuskan melalui rangkaian tes seperti Tes darah, Biopsi, dan Penapisan.

  1. Pemeriksaan darah
    Langkah awal memeriksa hepatitis C biasanya melakukan tes  darah dengan menggunakan uji imunoasai enzim (enzyme immunoassay) untuk mendeteksi antibodi terhadap virus HCV. Jika hasil pemeriksaan menyatakan nilai  positif, maka dilakukan pemeriksaan ulang yakni Uji imunoblot rekombinan untuk memastikan uji imunoasai memastikan uji imunoasai tersebut dan melihat reaksi rantai polimerase RNA HCV untuk melihat tingkat keparahan penyakit.Apabila tidak ditemukan RNA dan tes imunoblot menunjukkan hasil positif, menandakan bahwa penderita sebelumnya pernah mengalami infeksi tetapi sudah teratasi baik.  Jika hasil dari uji imunoblot menyatakan negatif, berarti ada kesalahan pada uji imunoasai.  Jika demikian akan dilakukan uji imunoasai baru namun untuk mendapatkan hasil positif memerlukan waktu enam hingga delapan minggu setelah terjadi infeksi.
  2. Biopsi
    Untuk menentukan derajat kerusakan sel pada hati diperlukan dengan melakukan tes biopsi hati. Tetapi prosedur  tes biopsi banyak memiliki risiko, untuk menhindari hal ini biasanya dapat diwakili melalui rangkaian tes darah. Beberapa perubahan yang sering terdeteksi oleh tes  biopsi meliputi folikel limfoid di dalam trias hepatika, limfosit di dalam jaringan hati, dan perubahan pada saluran empedu.
  3. Penapisan
    Penapisan ini disarankan pada orang yang memiliki resiko tinggi  salah satunya orang yang memiliki peningkatan kadar enzim hati berlebihan. Terjadinya peningkatan kadar enzim dalam hati yang berlebihan menandakan seseorang mengalami infeksi hepatitis C kronis.

Pencegahan Heptitis C

Penyakit hepatitis C belum ada cara pencegahan melalui vaksin, karena saatt ini belum ditemukan. Salah satu alternatif untuk mencegah timbulnya penyakit hepatitis C adalah menghindari minuman keras, tidak merokok dan tidak mengkonsumsi jenis obat-obatan terlarang lainnya.

Pengobatan Hepatitis C

Penderita yang telah terdeteksi terserang virus hepatitis C (HCV) harus segera melakukan pengobatan. Pengobatan untuk menanganai penyakit hepatitis C saat ini adalah dengan menggunakan kombinasi obat antivirus ribavirin dan  interferon pegilasi selama 6 bulan sampai 12 bulan tergantung dari jenis HCV yang menginfeksi.

Selain itu, untuk meningkatkan respon antivirus terhadap hepatitis C, penderita memerlukan kombinasi telaprevir atau boceprevir dengan ribavirin dan peginterferon alfa. Namun memiliki efek samping seperti gejala yang mirip flu, mengalami masalah emosional.  Penderita hepatitis C yang terkomplikasi penyakit sirosis atau kanker hati kemungkinan harus melakukan transplantasi hati.

Penyakit Hepatitis D

Penyakit Hepatitis D adalah suatu jenis penyakit akibat serangan virus hepatitis D   yang dapat menyebabkan kerusakan / peradangan pada organ hati. Hepatitis D merupakan rekan dari virus hepatitis B, sehingga infeksi yang terjadi akibat hepatitis B menjadi lebih berat. Namun seseorang yang paling mudah terkena  risiko  infeksi virus hepatitis D ini adalah pecandu obat-obatan terlarang, dan pencandu minuman keras.

Penyakit hepatitis E

Penyakit hepatitis E adalah suatu jenis penyakit akibat serangan virus hepatitis E   yang dapat menyebabkan kerusakan / peradangan pada organ hati. Terkadang wabah yang disebabkan hampir mirip seperti hepatitis A.

Penyakit hepatitis G

Penyakit hepatitis G adalah suatu jenis penyakit akibat serangan virus hepatitis G   yang dapat menyebabkan kerusakan / peradangan pada organ hati.  Virus hepatitis G ini merupakan jenis virus yang telah terdeteksi pada akhir-akhir ini tetapi belum terlalu diketahui oleh sebagian banyak orang.

Tanda dan Gejala Hepatitis G

Pada dasarnya gejala yang ditimbulkan oleh hepatitis A, B, C, D, E dan G hampir memilki kesamaan   seperti terjadi demam, mudah merasa letih dan lesu, nafus makan hilang, perut terasa mual,  air seni mirip air the berwarna tua, mata dan kuli berwarna kekuningan dan pucat.

Pengobatan Tradisional Penyakit Hepatitis

Selain melakukan pengobatan medis yang modern, penderita dapat mengobati penyakit hepatitis melalui pengobatan tradisional. Obat tradisional yang digunakan untuk mencegah dan menyembuhkan penyakit hepatitis biasanya menggunakan tanaman obat atau obat herbal yang bersifat hepatoprotektor (mampu melindungi hati dari pengaruh zat racun yang dapat merusak sel hati),  memiliki sifat anti peradangan, kolagogum dan khloretik (zat yang dapat meningkatkan kinerja hati dalam produksi empedu).

Jenis tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk pengobatan Hepatitis sebenarnya mudah ditemukan terutama di wilayah Indonesia. Beberapa tumbuhan tersebut antara lain adalah

  1. Akar alang-alang (Imperata cyllindrica)
  2. Buah kacapiring (Gardenia augusta)
  3. Buah mengkudu (Morinda citrifolia)
  4. Daun serut/mirten
  5. Jamur kayu/lingzhi (Ganoderma lucidum)
  6. Jombang (Taraxacum officinale)
  7. Kunyit (Curcuma longa)
  8. Meniran (Phyllanthus urinaria)
  9. Pegagan (Centella asiatica)
  10. Rumput mutiara (Hedyotis corymbosa)
  11. Sambiloto (Andrographis paniculata)
  12. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza).

Namun sebelum menggunakan bahan-bahan herbal tersebut sebaiknya berkonsultasi ke dokter ahli terdeket terlebih dahulu. Guna memastikan takaran dosis yang sesuai dengan penyakit hepatitis yang dialami.

Loading...

About Firgoos

Check Also

7 Cara Mudah Atasi Perut Buncit

Cara Mudah Atasi Perut Buncit – polahidupsehat.web.id Firgoos – Diet.  Perut merupakan bagian tubuh yang kondisinya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *